Sabtu, 04 April 2015

hey



Hai kamu!
Terlalu bosan untuk mengatakan aku sayang kamu, setiap waktu.
Terlalu lelah bibir ini mengutarakan.

Bersama angin, dari sini, aku titipkan sepucuk kerinduan.
Mungkin sampai~

Minggu, 29 Maret 2015

Hai pria tersayang~

disini, luapkan semua yang ada di benakku.

Hai pria tersayang~
Apa kabarmu saat ini? masih baik kah?
Apa kamu merindukan aku?
Aku disini sangat, sangat merindu.
Disaat bertemu yang kamu selalu menggodaku, kelakuan jailmu, perhatianmu, hmm tingkah anehmu sangat aku rindukan.
Ya memang tidak dapat dipungkiri, akhir-akhir ini seperti ada "gunung es" diantara kita.
Keras, dingin, entah kapan akan cair kembali.
Suaramu pun, samar-samar aku mengingatnya. Rindu, sangat rindu hangatnya kita berbagi tawa hangatnya kita saling merindukan.
Sayang, berbagilah apapun yang kamu rasakan. Luapkan lah yang sekiranya kau ingin katakan. Aku, aku akan selalu mendengar apapun itu.
Jangan diam. Diammu sungguh meninggalkan banyak jejak tanya untukku.

Kamis, 18 Desember 2014

You

akhirnya gua memberanikan diri buat membuka blog ini lagi, setelah beberapa lama gua enggan buat melihat bahkan mengunjungi saja tidak ada keminatan sama sekali. terakhir ngepost, gua selalu dalam keadaan galau seakan dunia dan waktu gua berenti. gua baca post gua yang udah-udah, dan malu sendiri. akhirnya, gua delete yang engga penting.
kali ini gua dateng bukan untuk nge-galau. gua lagi bahagia, bahagia akan adanya dia dikehidupan gua. dia seseorang yang engga pernah terbesit sama sekali di pikiran gua buat menulis kisah diantara gua dan dia. gua sama dia satu sekolah, tapi sekedar kakak kelas dan adik kelas engga lebih.
entah hal apa yang membuat gua dan dia bisa sampai sekarang ini. dia dateng disaat yang tepat sih, disaat gua galau akut kaya yang hidup gua tuh engga penting, ah lebay tapi serius. sekian banyak yang dateng ke gua, dan ternyata semuanya engga sesuai cuma dia yang bisa bikin gua nyaman senyaman nya sampai akhirnya ada cerita "kita".
gua sama dia emang baru seumur jagung sih, baru berhasil lewatin dua minggu. itupun dilalui dengan LDR, perdana nih gua ngejalanin ldr itu. sebenernya Tangerang-Bandung itu deket, engga harus lewatin gunung dan lembah. tapi ya namanya pasangan baru, sedikit ditinggal pasti nyariin, takut doi kemana-mana. but, I'll trust him.
sebenernya sifat kita berdua itu masih sama sama egois, masih mau menang sendiri. setiap berantem gua harus mencari cara buat bikin suasana dingin lagi. gua sih engga mau berlarut setiap berantem, jujur gua gabisa cuek sebenernya. gimana pun, siapa yang salah dan apapun masalahnya gua engga pengen diem aja dan biarin masalah terus ada gua engga pengen juga dia ninggalin gua gara-gara hal sepele.
di twitter dan instagram dia, tertera di bio nya "the one you can't imagine" gua rasa itu bener banget. dia susah buat ditebak, karena ketika di whatsapp, bbm dan ketika ngobrol langsung sama dia. hmm semua berbeda, entah perasaan gua aja atau gimana. so, intinya pria yang gua sayang ini emang bener susah buat ditebak.
ldr itu engga mudah seperti apa yang dibayangkan, dan seperti apa yang ditulis akun ldr yang kebanyakan ini bertebaran di timeline twitter gua. ldr itu kepercayaan, kesetiaan, dan kesabaran yang bener-bener diuji ketika kita berjalan menemui kerikil kecil. kedewasaan pun berperan penting, bayangin aja ketika berantem dan dua-duanya engga dewasa. mau dibawa kemana pasangan ldr itu?
gua selalu berharap, hubungan yang gua jalanin sama dia engga berakhir sia-sia. duh malu lah yah sama umur kalau cuma main-main aja.

untuk pria yang di Bandung. I'm glad i've you.

Pramuda D Wasnardi~

Jumat, 08 Agustus 2014

zyah

Sebelumnya gue udah izin kesalah satu teman gue untuk menceritakan bagaimana awal gue kenal dengan dia, yang dibilang baru ini gue punya temen kaya dia.
Gue pertama ketemu dia disaat kita duduk dibangku kelas X (sepuluh) atau kelas 1 SMA. Dia murid pindahan entah darimana gue lupa, dan dia memutuskan pindah lagi ke sekolah tempat gue berada. Awalnya gue engga tahu gimana bisa deket dengan manusia itu, awalnya dia hanya sekedar mengirimkan sebuah pesan singkat melalui handphone untuk menanyakan jadwal walaupun memang tiap hari dia selalu bertanya seperti itu. Manusia ini sangat asik, rame, pintar sekali berbicara dan yang bikin gue kagum ternyata anak ini pandai. Gue masih ingat betul disaat jam istirahat tiba, dia membuka tasnya untuk mengambil sebuah kotak makan berwarna pink yang dibekali oleh bundanya dan membuat kita yang berada ditengah tengah dia tak berenti untuk meledek dia. Dia anaknya sangat baik saat itu, namun dia hanya bersekolah ditempat gue engga lebih dari sebulan. Dia sering tidak masuk sekolah entah kemana dia saat itu. Sampai pada akhirnya wali kelas kita, memanggil gue untuk menemui nya dikantor. Gue bingung saat itu, karena yang gue tahu gue engga pernah buat masalah apa apa selama sekolah. Ternyata, wali kelas gue meminta gue mendekati manusia itu lebih dalam. Mungkin singkatnya gue harus bisa jadi pacar dia dan membawa dia untuk berubah lebih baik. Wali kelas gue sangat memohon kepada gue, karena itu pun amanah dari orangtuanya pula. Seandainya gue bisa lakuin itu semua, orang tuanya akan memberikan apapun yang gue minta. Gue kaget, ternyata hal kaya gini bukan hanya terjadi disinetron saja, tapi terjadi didalam kehidupan nyata gue.
                Namun, gue punya hati. Walaupun tujuan gue ingin membuatnya berubah, tapi kalau dilandaskan dengan imbalan seperti itu. Apa tidak jahat namanya? Seandainya suatu saat nanti manusia itu tahu semuanya, apa tidak mungkin dia akan sakit hati dan membenci gue? Akhirnya gue mengurungkan rencana tersebut, tapi benar saja sehabis itu manusia itu tidak pernah kembali lagi kesekolah kita entah pergi kemana dan kita tahu dia sangat berubah. Setelah beberapa bulan kemudian dan lagi lagi gue lupa gimana ceritanya bisa deket lagi sama dia. Sampai akhirnya kita berdua sering mengirim pesan singkat melalui handphone, sering komunikasi suara melalui handphone sampai pada akhirnya aku merasakan jatuh hati sama manusia itu. Suatu hari ada acara disekolah yang membuat gue harus datang pastinya. Gue meminta dia menjemput gue disalah satu mall di Tangerang dan dia bersedia. Disanalah gue akhirnya bertemu dengan dia dalam perasaan yang berbeda. Setelah itu, tanpa sadar anak-anak pun tahu gue ternyata dekat dengan dia. Dari sana, dia menjauhi gue. Yang gue tahu dia kembali lagi dengan mantan kekasihnya yang dulu. Oke, gue merasakan sakit dengan sikapnya itu. Kenapa bisa tidak konsisten seperti ini.
                Setelah itu, gue engga pernah bertemu dengan dia lagi. Gue hanya berkomunikasi melalui jejaring media social bernama facebook. Gue selalu bertanya dia dimana sekarang, bersekolah dimana, atau bagaimana kabarnya. Saat itu dia bilang sedang bersekolah di Bogor, entah benar atau tidak tapi gue hanya bisa mengiyakan. Gue melakukan percakapan disebuah pesan facebook, namun ada yang aneh. Sesekali pembicaraan gue tidak nyambung dengan dia. Ya jelas, dia yang tidak nyambung dan omongan dia sangat aneh. Dan disitu gue dapet kabar, dia sangat berubah dan dia terjerumus dengan jalan yang sangat salah. Gue lagi lagi kaget dengan hal apapun yang menyangkut manusia itu. Gue ada perasaan menyesal, seandainya dulu gue bisa jalanin amanah wali kelas gue mungkin dia tidak akan seperti ini. Namun, gue hanya bisa berencana dan menyesali karena semua ini adalah kehendak Tuhan.
                Setelah itu, tidak ada komunikasi apa pun dengan dia dan dalam bentuk apa pun. Selama dua tahun mungkin lamanya. Sekarang, saat gue duduk dibangku kuliah dan tepat dihari ulang tahun gue ke yang 19 tahun, dia datang dan memberi ucapan melalui pesan facebook. Dan gue memberanikan diri meminta pin bbm dia, ya karna niat gue hanya untuk menyimpannya dan menjadikan teman dikontak bbm saja. Tapi ternyata dia memulai chat dengan gue dengan media bbm itu. Lagi lagi ada yang aneh, dia berubah, dia tidak seperti dulu yang suka tidak nyambung. Gue merasa dia lebih baik sekarang, dan dia pun menunjukan itu sedikit. Sampai akhirnya saat gue main kedaerah dimana dia tinggal, gue memberanikan diri untuk datang kerumahnya. Niat gue hanya ingin halal bi halal, karena memang itu lagi momentnya. Setelah beberapa tahun gue engga pernah ketemu dan akhirnya gue ketemu lagi. Gue lagi lagi kaget, dia putih sekali. Oke gue salah fokus, maksudnya dia sangat kurus sekali. Ya walaupun gue pun engga ada bedanya sama dia. Tapi kurus karena keturunan, kurus karena malas makan dan kurus karena sesuatu itu sangat beda. Gue hanya bisa tersenyum dalam hati saat melihat dia seperti itu.
                Gue mungkin hanya sekedar teman dengan dia. Namun teman yang baik, ingin sekali melihat temannya bahagia dan sama-sama sukses menjalani kehidupan didunia. Gue selalu berdoa, dia harus bisa menjalani kehidupannya dengan serius. Karena dia lelaki, dia yang akan menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab besar terhadap orang lain. Walaupun gue tidak pernah bertemu dengan keluarganya atau bahkan ibundanya, tetapi yang namanya orang tua. Pasti ingin melihat anaknya sukses dan berhasil. Buat manusia itu, gue yakin kalau lu tahu mana yang terbaik buat lu.

Good luck kawanJ

Minggu, 29 Juni 2014

Keakuanmu

Tak ada yang tak pasti dalam hidup.
Napas yang tak tahu entah kapan terhenti,
Cinta yang tak tahu entah kapan pergi,
Suka, duka, fatamorgana entah kapan berakhir?
Yang pasti hanya,
Semua begitu kerdil dalam genggaman-Nya
Bahkan kita tiada daya dalam ada.
Kembali tiada untuk yang ada.
Ya, kita sesungguhnya tiada.
Akan kembali pada masanya, kembali pada yang ada selamanya.

Adakah yang kau cari lagi?
Jika keduanya telah pergi.
Kau namakan ini hampa.
Karena sekali lagi kau tak berdaya.
Teruskan saja perjalanan, jika itu yang kau katakan perjuangan.
Meski perasaan terkorban. Bahkan...
Kau relakan air matanya bercucuran.
Kau belum sadari..
Segalanya tidak seperti yang kau pikirkan.
Jalan itu masih terjal berliku.
Sedang kau masih tertipu "aku" mu.
Ya! Keakuanmu.. Masih bersarang disitu
Dihatimu..

Sabtu, 18 Januari 2014

Cinta dan Cermin Hati

Cinta dan Cermin Hati
oleh : Khalil Gibran


ketika laksana cermin bening di hadapanmu
engkau tatap diriku dan menyaksikan bayanganmu
dan engkau berkata, "Aku mencintaimu"
namun, sebenarnya engaku mencintai 
dirimu dalam diriku

cinta yang tidak senantiasa tumbuh akan mati
betapa kerasnya kehidupan orang yang
memohon cinta tapi menerima amarah

patahnya cinta itu menyanyi, sedihnya pengetahuan
bertutur, kemurungan keinginan berbisik, dan derita
kemiskinan menangis

cinta adalah kebahagiaan yang bergetar
cinta bernafsu adalah dahaga yang tak terpuaskan
ketika cinta mulai pudar, ia mencari-cari alasan
tak disadari betapa dalamnya cinta
hingga perpisahan tiba.