Cinta dan Cermin Hati
oleh : Khalil Gibran
ketika laksana cermin bening di hadapanmu
engkau tatap diriku dan menyaksikan bayanganmu
dan engkau berkata, "Aku mencintaimu"
namun, sebenarnya engaku mencintai
dirimu dalam diriku
cinta yang tidak senantiasa tumbuh akan mati
betapa kerasnya kehidupan orang yang
memohon cinta tapi menerima amarah
patahnya cinta itu menyanyi, sedihnya pengetahuan
bertutur, kemurungan keinginan berbisik, dan derita
kemiskinan menangis
cinta adalah kebahagiaan yang bergetar
cinta bernafsu adalah dahaga yang tak terpuaskan
ketika cinta mulai pudar, ia mencari-cari alasan
tak disadari betapa dalamnya cinta
hingga perpisahan tiba.