![]() |
Hai kamu! Terlalu bosan untuk mengatakan aku sayang kamu, setiap waktu. Terlalu lelah bibir ini mengutarakan. Bersama angin, dari sini, aku titipkan sepucuk kerinduan. Mungkin sampai~ |
Sabtu, 04 April 2015
hey
Minggu, 29 Maret 2015
Hai pria tersayang~
disini, luapkan semua yang ada di benakku.
Hai pria tersayang~
Apa kabarmu saat ini? masih baik kah?
Apa kamu merindukan aku?
Aku disini sangat, sangat merindu.
Disaat bertemu yang kamu selalu menggodaku, kelakuan jailmu, perhatianmu, hmm tingkah anehmu sangat aku rindukan.
Ya memang tidak dapat dipungkiri, akhir-akhir ini seperti ada "gunung es" diantara kita.
Keras, dingin, entah kapan akan cair kembali.
Suaramu pun, samar-samar aku mengingatnya. Rindu, sangat rindu hangatnya kita berbagi tawa hangatnya kita saling merindukan.
Sayang, berbagilah apapun yang kamu rasakan. Luapkan lah yang sekiranya kau ingin katakan. Aku, aku akan selalu mendengar apapun itu.
Jangan diam. Diammu sungguh meninggalkan banyak jejak tanya untukku.
Hai pria tersayang~
Apa kabarmu saat ini? masih baik kah?
Apa kamu merindukan aku?
Aku disini sangat, sangat merindu.
Disaat bertemu yang kamu selalu menggodaku, kelakuan jailmu, perhatianmu, hmm tingkah anehmu sangat aku rindukan.
Ya memang tidak dapat dipungkiri, akhir-akhir ini seperti ada "gunung es" diantara kita.
Keras, dingin, entah kapan akan cair kembali.
Suaramu pun, samar-samar aku mengingatnya. Rindu, sangat rindu hangatnya kita berbagi tawa hangatnya kita saling merindukan.
Sayang, berbagilah apapun yang kamu rasakan. Luapkan lah yang sekiranya kau ingin katakan. Aku, aku akan selalu mendengar apapun itu.
Jangan diam. Diammu sungguh meninggalkan banyak jejak tanya untukku.
Langganan:
Komentar (Atom)
